banner podcast

PU Bina Marga Prov. Jatim Gelar Konsultasi Publik Terkait Proyek Pelebaran Jalan Sampang – Ketapang

  • Bagikan
PU Bina Marga Prov. Jatim Gelar Konsultasi Publik Terkait Proyek Pelebaran Jalan Sampang - Ketapang
FOTO: Konsultasi Publik di Aula Kecamatan Sampang
Banner Iklan

SAMPANG, Limadetik.com – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Provinsi Jawa timur menggelar Konsultasi Publik terkait pelaksanaan proyek Paket Rekonstruksi dan Pelebaran Jalan Batas Kota Sanpang – Ketapang di Aula Kecamatan Sampang pada Kamis (03/06/2021) siang.

Turut hadir di acara tersebut, Camat Sampang Yudhi Adidarta Karma S.STP, M.Si, PU Bina Marga Provinsi Jawa timur, Forkopimcam Sampang, PPK Fisik Minar, Supervisor Engineer Iskandar serta masyarakat terdampak pekerjaan proyek tersebut.

Menurut PPK Fisik Minar, kegiatan yang digelar bertujuan untuk ruang konsultasi dan komunikasi langsung dengan warga terdampak guna memohon masukan pada masyarakat tentang pelaksanaan pekerjaan pelebaran jalan tersebut.

“Jadi apa saja yang perlu disampaikan dari masyarakat, mungkin perihal kondisi jalan yang sebelum kita laksanakan untuk pelebaran jalan itu apa saja? baik yang bermamfaat ataupun yang berdampak pada masyarakat” terangnya.

Ditanya terkait tanggal dimulainya pekerjaan tersebut, Minar menjelaskan, Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) sudah ada, tertanggal 5 Mei 2021.

Ditempat yang sama, Supervisor Engineer Iskandar menjelaskan, Giat tersebut adalah bagian dari sosialisasi ke warga, bahwa di ruas link 228 itu  paket pelebaran jalan. Pelebaran jalan dimulai dari Km 3. Pokoknya sepanjang 6,9 Km. Dari Desa Pangelen sampai ke Kedungdung. Sedangkan pekerjaan nol persen dimulai dari pangelen.

“Tugas kami adalah mengarahkan teman-teman dan mengawasi proses pekerjaan dilapangan. Sesuai motto yang saya sampaikan tadi “Tepat mutu, tepat biaya dan tepat waktu”. Semenrara untuk deadline pekerjaan tersebut sampai bulan november 2021. Jadi selama 240 hari kerja” jelasnya.

Sementara itu, Camat Sampang Yudhi Adidarta Karma S.STP, M.Si, mengutarakan, masyarakat merasa khawatir jika dalam proses pekerjaannya mengenai bangunan masyarakat dan fasilitas-fasikitas yang lain seperti pipa PDAM yang tertanam.

“Yang dikhawatirkan masyarakat dalam proses pekerjaan pelebaran jalan dengan tingkat penambahan kelebaran sisi kanan dan kiri, ada yang 1,2 m hingga 2,4 m. Mereka khawatir mengenai bangunan dan fasilitas yang yang sudah ada” ucapnya.

Yudhi amat mendukung program pelebaran jalan tersebut dengan senantiasa berpegang prinsip komunikasi dan koordinasi semua pihak demi kondusifitas.

“Kita ini sebagai perwakilan masyarakat, mengharapkan kondisi dibawah itu kondusif. Kemudian kita minta terlaksananya koordinasi terutama dari Kepala Desa, masyarakat, dan kita (Forkopimcam). Yang jelas kita pasti mendukung dan berharap agar pekerjaan ini sukses dan lancar” pungkasnya.

Perlu diketahui, proyek pelebaran jalan ini bersumber dari Dana Alokasi Kbusus (DAK). Sementata pemenang lelangnya adalah PT. Tri Jaya Adymix dengan nilai penawaran Rp. 21.277.552.289,-

(MDS/YD)

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.