banner podcast

Resmikan Kantor LPTQ, Bupati : Dengan Kantor Baru Bisa Tingkatkan Pembinaan Tilawatil Qur’an

  • Bagikan
Resmikan Kantor LPTQ, Bupati : Dengan Kantor Baru Bisa Tingkatkan Pembinaan Tilawatil Qur'an
FOTO: Bupati Bondowoso KH.Salwa Arifin (kiri) saat peresmian Kantor LPTQ
Banner Iklan

BONDOWOSO, Limadetik.com – Dengan ditandai pemotongan tumpeng, Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin meresmikan Sekretariat Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), di Jalan Santawi, Jumat (13/8/2021).

Peresmian ini juga ditandai pemberian kunci secara simbolis oleh Direktur RSUD dr Koesnadi, Yus Priyatna kepada Ketua LPTQ Bondowoso, Soekaryo, karena kantor tersebut memang merupakan rumah dinas dokter.

Bupati Salwa dalam sambutannya berharap, dengan adanya kantor juga semakin meningkatkan semangat dan kinerja LPTQ ke depan.

“Saya harapkan dengan adanya kantor, LPTQ betul-betul bisa bekerja dengan lebih baik lagi. Bisa meningkatkan pembinaan tilawatil Qur’an” kata Bupati Salwa.

Orang nomer satu di Bondowoso ini juga berharap, di momen MTQ (Musyabaqoh Tilawatil Qur’an) ke depan Bondowoso bisa bersinar. Serta muncul juara baru dari Bumi Ki Ronggo.

“Sebenarnya Bondowoso mampu cuma kurang kordinasi. Jangan hanya kantor. Tapi pembinaan harus ditingkatkan” harap Bupati Salwa.

Bupati yang juga pengasuh Ponpes Manbaul Ulum Tangsil Wetan itu juga mengimbau, agar Kesra dan Kemenag bisa duduk bersama di LPTQ.

“Saya berharap bisa melahirkan para generasi yang berkualitas. Saya mohon kantor digunakan dengan baik, untuk kegiatan dan sebagainya” paparnya.

Sementara itu, Ketua LPTQ Bonodowoso, Soekaryo mengatakan, pihaknya segera berkoordinasi dengan seluruh pengurus yang ada. Agar di sekretariat ada yang piket. Sehingga kantor bisa aktif setiap hari.

“Kita akan kaji, dimana kelemahan atau kekurangan. Sehingga di MTQ yang akan datang bisa memborong juara. Kalau bisa juara umum” ujar Soekaryo.

Selain itu pihakanya juga menyadari bahwa untuk mencapai juara umum butuh kerja keras dan sungguh-sungguh.

“Sehingga tahapan-tahapan yang dilakukan harus jelas. Siapa pesertanya, dimana letak kekurangannya harus dikaji dengan pengurus yang ada dan agenda terdekat akan melakukan mapping” lanjutnya lagi.

Tampak hadir dalam acara tersebut, sejumlah tokoh agama, dari Kemenag, Bagian Kesra Pemkab setempat, sejumlah pihak terkait dan beberapa undangan lainnya.

(budhi/yd)

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.