Sambil Potong Kambing, CIDe’ Desak Kejati Usut Tuntas Dugaan Korupsi Dana Hibah LPJU di Pemprov Jatim

Avatar of news.Limadetik
Sambil Potong Kambing, CIDe' Desak Kejati Usut Tuntas Dugaan Korupsi Dana Hibah LPJU di Pemprov Jatim
FOTO: Massa aksi saat memotong kambing di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Jatim

SURABAYA, Limadetik.com – Beberapa Pemuda yang tergabung dalam lembaga Center For Islam and Democracy studie’s (CIDe’) melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim. Mereka meminta Kejati Jatim mengusut dugaan korupsi dana hibah di Pemerintah Provinsi Jatim.

Ketua CIDe’, Ahmad Annur mengatakan, ada dugaan korupsi dana hibah di Pemprov Jatim pada APBD tahun 2020 silam. Nilainya cukup fantastis, berdasarkan investigasi yang mereka lakukan, dugaan korupsi itu mencapai Rp 49 miliar dari sekian dana hibah yang dikucurkan ke Kabupaten Lamongan untuk pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU).

Ahmad menceritakan, pada bulan September 2019 silam, Sekretaris Daerah Provinsi Jatim mendisposisi sebanyak 210 proposal Kelompok Masyarakat (pokmas) yang mengajukan pengadaan LPJU. Kemudian, surat disposisi ini ditembuskan ke Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya bulan Juli 2020, sejumlah Pokmas yang telah didisposisi itu direkomendasi untuk mendapat kucuran dana pengadaan LPJU. Kemudian, Pokmas-pokmas ini pun menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).

Pada tahun itu, kata Ahmad, anggaran untuk dana hibah pengadaan LPJU mencapai Rp 75,134 miliar. Dari dua kabupaten penerima, Kabupaten Lamongan menerima Rp 65,4 miliar. Sedangkan kabupaten lainnya, yakni Kabupaten Gresik Rp 6,45 miliar.

“Berdasarkan hasil investigasi dan analisis lembaga CIDe’ terhadap penggunaan Dana Hibah ini, terdapat dugaan korupsi dalam pengadaan LPJU ini sebesar Rp 49 miliar di Lamongan” katanya saat aksi di depan Kantor Kejati Jatim, Senin (11/10/2021).

Tak hanya demikian, CIDe’ juga menduga, banyak carut marut lain dari dana hibah ini. Diantaranya, mereka menduga ada pemalsuan tanda tangan pada proposal Pokmas. Bahkan, kata Ahmad dalam RAB Proposal tersebut banyak dana siluman yang disisipkan dan tidak diterima oleh Pokmas penerima.

“Hasil penelusuran kami, ada broker proposal yang bermain, mulai penggarapannya, RAB dan bahkan realisasinya. Dan anggaran Dana Hibah yang untuk LPJU ini ada indikasi tidak sesuai dengan sistematika penganggaran, artinya anggaran sudah disiapkan dulu oleh oknom pejabat Pemprov dan Proposal menyusul kemudian,” paparnya.

Tak hanya demikian, berdasarkan penelusuran mereka, dalam pengadaan yang dilakukan, lampu penerangan yang ada merupakan barang ilegal. Sehingga perusahaan yang menangani pengadaan LPJU ini, yakni PT S saat ini bermasalah.

“Perusahaan yang menangani LPJU yaitu PT. S juga bermasalah, karena memasukkan barang ilegal dari Cina ke Indonesia, namun anehnya itu mengapa perusahaan ini bisa lolos jadi mitra Pemprov Jawa timur,” tanyanya serius.

Tak sampai disitu, besarnya anggaran pengadaan LPJU yang dikucurkan Pemprov Jatim ke dua kabupaten ini juga menjadi sorotan mereka. Mereka menduga, anggaran ini merupakan anggaran balas budi, karena pada Pilgub lalu, di kabupaten tersebut Pasangan Khofifah – Emil unggul atas pasangan Gus Ipul – Putih. “Sehingga ini menjadi dugaan kuat sebagai anggaran balas jasa,” tegasnya.

Pada demonstrasi ini, mereka tampak menyembelih seekor kambing. Katanya, hal ini dilakukan untuk memberikan dukungan kepada pihak Kejati Jatim agar lebih serius mengusut dugaan korupsi yang berpotensi merugikan negara hingga miliaran rupiah ini.

“Melalui ritual pemotongan Kambing di depan kantor Kejati Jatim ini, kami berharap hal ini bisa memanggil para oknum pejabat pemprov yang terlibat dalam dugaan korupsi dana hibah ini, dan darah yang menetes, semoga menjadi penyemangat bagi Kejaksaan Jatim agar berani dan cepat membongkar dugaan korupsi pengadaan LPJU ini,” tukasnya.

Sementara itu, dari pihak kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Abdul Rosid menyampaikan, pihaknya menyambut baik aksi yang dilakukan CIDe’ tersebut. “Berkas akan kami terima, dan bukti pendukung lainnya nanti kami minta agar disampaikan ke kami,” katanya.