banner podcast

Satpol PP Sumenep Maksimalkan Waktu 10 Hari Tekan Peredaran Rokok Ilegal

  • Bagikan
Satpol PP Sumenep Maksimalkan Waktu 10 Hari Tekan Peredaran Rokok Ilegal
FOTO: Satpol PP san tim gabungan lakukan sosialisasi rokok ilegal ke sejumlah toko
Banner Iklan

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, bersama tim maksimalkan waktu 10 hari untuk mendatangi dan menekan peredaran rokok ilegal dengan mendatangi sejumlah warung.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Sumenep, Drs. Achmad Laili Maulidy mengatakan, jika pihaknya bersama tim terus berupaya memaksimalkan sosialisasi kepada warung warung yang akan bahayanya menjual belikan atau mengedarkan rokok ilegal. Selain juga menempelkan poster imbauan sekaligus larangan.

“Kami bersama tim sejak tanggal 5 hingga 15 September 2022, atau selama 10 hari turun langsung ke warung-warung untuk mendata ada tidaknya peredaran atau jual belikan rokok ilegal” katanya, Rabu (14/9/2022).

Menurut Laili, dari hasil pengumpulan data tersebut, akan disampaikan kepada bea cukai melalui aplikasi Siroleg. Dan baru akan ada langkah selanjutnya dari pihak bea dan cukai madura.

“Pendataan dilakukan oleh tim sekaligus memberikan edukasi dan sosialisasi terhadap bahaya menjual rokok ilegal dengan harapan masyarakat sadar bahwa tindakan tersebut dilarang oleh negara,” tegasnya.

Lebih lanjut mantan Kabag Perekonomian itu mengatakan, tim yang ikut turun ke warung-warung di selain Satpol PP, Polres, Kodim 0827, Bagian Perekonomian, Dinas UKM dan Perdagangan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja dan Transmograsi (DPMPTSP-Naker), Bagian Hukum Setkab Sumenep serta unsur lainnya yang terlibat dengan target sebelum tanggal 17 September 2022.

“Target kami tanggal 15 September pengumpulan informasi sudah rampung dan sudah kita update ke Sistem Rokok Ilegal (Sirelog). Baru setelah itu keputusan untuk berikutnya langkah apa yang akan diambil kantor bea cukai mudura” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, regulasi terkait sanksi rokok ilegal itu berada di Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang cukai yang berbunyi; setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai.

Dimana di dalam Pasal 29 Ayat (1) disebutkan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.