banner podcast

Seberapa Parah Dampak Covid-19 Terhadap Pengangguran yang Terjadi di Indonesia

  • Bagikan
Seberapa Parah Dampak Covid-19 Terhadap Pengangguran yang Terjadi di Indonesia
FOTO: Ilustrasi
Banner Iklan

Assalamualaikum wr.wb. Nama saya Muhamad Rizky Akbary biasa dipanggil akbar. Artikel ini dibuat untuk memenuhi tugas Pengantar Ekonomi Makro dari bapak Muhammad Firmasnyah,SE,.M.E.
_______________________________

Limadetik.com – Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak pandemic COVID-19, dengan kasus tersebut pertama kali muncul pada awal maret 2020 dan masih berlangsung hingga saat ini.

Pandemic ini menyebabkan banyak kematian dan Indonesia menempati peringkat ketiga jumlah kematian akibat COVID-19 terbanyak di Asia. Sebagai tanggapan pemerintah atas pandemic COVID 19 ini, pemerintah melakukan pembatasan social berskala besar (PSBB) di sebagian besar wilayah Indonesia.

Akibat terjadinya pandemic COVID-19 ddan PSBB ini, Indonesia mengalami penurunan pendapatan, melemahnya nilai tukar rupiah, dan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami penurunan karena dampak dari PSBB yang membuat kegiatan ekonomi masyarakat jadi terbatas. Dan dampak pandemi COVID-19 juga berimbas pada semua sector ekonomi seperti sector pariwisata, sector rumah tangga, sector UMKM, sector keuangan dan lain kain.
Ada beberapa factor yang menjadi penyebab adanya pengangguran, berikut ini adalah factor-faktor penyebab pengangguran menurut Indayani dan Hartono (2020) yaitu:

Faktor kenaikan jumlah penduduk di Indonesia.

Faktor Kondisi Lingkungan di sebuah negara.

Faktor pertumbuhan ekonomi sebuah negara
Sebelum adanya pandemic COVID-19 di Indonesia, menurut BPS jika dihitung dalam 10 tahun terakhir yaitu pada bulan feburari tahun 2010, angka TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) tercatat sebesar 7,14%. Sedangkan pada bulan Agustus tahun 2020, angka TPT (Tingkat Penggangguran Terbuka) tercatat sebesar 7,07% atau sebanyak 9,77 juta orang yang menganggur.

SEKTOR-SEKTOR YANG TERDAMPAK OLEH PANDEMI COVID-19.

Sektor-Sektor yang diketahui telah terdampak oleh pandemic COVID-19, yaitu sector pariwisata (salah satu factor untuk perekonomian di Indonesia), Sektor UMKM, Sektor Rumah tangga, Sektor Keuangan, Sektor Tekstill, Sektor Mall, dan sebagainya. Sektor perdagangan adalah sector yang paling banyak mengalami pengurangan penyerapan tenaga kerja (berkurang berkisar 677.000-953.200 orang pekerja).

Sedangkan menurut studi dari Indayani dan Hartono (2020) berdasarkan Data kementrian Tenaga Kerja (Kemenker) per 13 april 2020, dari sector formal, ada sebanyak 212.394 pekerja yang di-PHK dan sebanyak 1,205.191 pekerja yang dirumahkan.

CARA PEMERINTAH MENGATASI PENINGKATAN JUMLAH PENGANGGURAN DI INDONESIA.

Ada beberapa peneliti akademisi dari berbagai kampus di Indonesia turut membantu mencari jalan untuk mengatasi pengangguran tersebut. Berikut ini adalah beberapa upaya untuk mengatasi pengangguran dari berbagai sumber, yakni:

Langkah pertama, Kemenker tetap melaksanakan pelatihan berbasis kompetensi dan produktivitas melalui program BLK (Balai latihan kerja) Tanggap COVID-19.

Langkah kedua, program pengembangan perluasan kesempatan kerja bagi pekerja/buruh terdampak COVID-19 berupa program padat karya dan kewirausahaan. Langkah Ketiga, Kemenker juga telah membuka layanan informasi, konsultasi, dan pengaduan bagi pekerja/buruh keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di perusahaan (CBNC Indonesia,2020) Selain itu, menurut Nur Lella Junaedi (2020), ada tujuh cara jitu mengatasi pengangguran sebagai berikut:

Mengeluarkan Kebijakan Moneter Mengeluarkan kebijakan Fiskal Memberikan Pendidikan dan pelatihan (Program kartu pekerja) Pemberian Subsidi Ketenagakerjaan Perpanjangan Tunjangan Ketenagakerjaan Melakukan Disverifikasi Ekonomi Menyediakan Banyak Informasi Lowongan kerja.

Menurut studi dari Mardiyah dan Nurwati (2020), pemerintah telah memiliki beberapa program jarring pengaman social untuk mengatasi dampak pandemic COVID-19 terhadap kehidupan masyarakat, salah satunya adalah program kartu pekerja, pada tahun 2020, pemerintah telah menaikkan anggaran untuk program kartu pekerja dari Rp.10 Triliun menjadi Rp.20 Triliun.

KESIMPULAN

Pandemi COVID-19 berdampak sangat besar pada pengangguran di Indonesia. Dan juga pemerintah telah mengambil langkah yang benar dengan melaksanakan PSBB dengan membatasi sejumlah kegiatan public dan juga pemerintah mengeluarkan kebijakan Work From Home.
____________________________

Penulis: Muhamad Rizky Akbary
Universitas Muhammadiyah Malang

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.