Sejumlah Tokoh dan Masyarakat Dukung Penuh Langkah Kejari Sumenep ungkap Kasus Pembelian Kapal

Avatar of news.Limadetik
Sejumlah Tokoh dan Masyarakat Dukung Penuh Langkah Kejari Sumenep ungkap Kasus Pembelian Kapal
FOTO: Dari kiri, Kasi Intel Kejari Sumenep, Novan Bernadi, Kepala Kejari Trimo, SH.MH dan Kasi Pidsus Dony Suryahadi Kusuma (dok.limadetik)

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Sejumlah tokoh dan masyarakat bawah terus mendorong dan memberikan dukungan penuh kepada penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep untuk menuntaskan kasus perkara pembelian kapal tanpa wujud atau ghoib oleh salah satu BUMD di Kabupaten dengan slogan Kota Keris yang terjadi pada tahun 2019 silam.

Pembelian kapal yang diduga telah merugikan negara sebesar Rp 8 miliar lebih itu dilakukan BUMD yang ada tanpa melalui prosedur atau tender. Riskannya lagi, kapal tersebut dibeli di luar Provinsi Jawa Timur atau tepatnya di Kabupaten Sorong Provinsi Papua.

Melihat kejadian tersebut, sejumlah tokoh di Kabupaten Sumenep mendukung penuh langkah Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep untuk menuntaskan kasus yang dinilai telah menodai dan merendahkan martabat Kabupaten yang dinilai religius, dukungan itu datang dari salah satu Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) di Sumenep H.Tatang dan Pengamat Kebijakan Publik Zainuri.

“Saya 100 persen setuju, bila cukup bukti semua yang terlibat di hukum seberat beratnya karena hukum harus di jadikan panglima” katanya, Sabtu (15/10/2022).

H.Tatang juga meminta, agar tim dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep yang menangani kasus perkara pembelian kapal oleh salah satu BUMD Sumenep dan diduga telah merugikan negara sebesar Rp 8 miliar lebih. Ia meminta agar siapapun yang terlibat harus dijebloskan ke penjara tanpa terkecuali.

“Kejari sumenep ojo kendor (jangan kendor) trus semangat 45 pertahankan, dua alat bukti cukup, ojo (jangan) takut di cela gara gara kebaikan untuk Negri” tandasnya.

Sementara itu, analis kebijakan publik di Sumenep, Zaenuri, MP atau yang dikenal Ki Demang dalam keterangannya mendukung penuh langkah yang telah diambil Kejari Sumenep dalam menuntaskan setiap perkara atau kasus yang tengah masuk ke meja Kejaksaan, begitu juga kasus pembelian kapal yang terjadi di tahun 2019 silam harus diusut tuntas.

“Apapun yang akan dilakukan Kejaksaan Sumenep dalam mengusut setiap kasus di Sumenep ini kami dan masyarakat pasti mendukung penuh. Dan kami fikir langkah Kejari dalam menuntaskan kasus kapal di Sumenep ini sangat tepat dan pasti akan mendapat apresiasi dari rakyat yang ada” kata Demang.

Selain itu, Ki Demang meminta kepada Kejari Sumenep untuk tidak takut dengan intervensi atau hal hal yang mencoba menghalang halangi tim dari Kejaksaan untuk menuntaskan kasus pembelian kapal oleh BUMD ataupun kasus lainnya. Sehingga kepercayaan masyarakat akan semakin meningkat tethadap Aparat Penegak Hukum (APH) di Kejaksaan.

“Jangan takut untuk menegakkan keadilan dan kebenaran, kalau nanti ada intervensi atau yang mau mencoba mengganggu jalan penyidikan oleh tim Kejaksaan, kami yakin masyarakat siap pasang badan jika memang ada hal yang seperti itu (intervensi)” tegasnya.

BACA JUGA: Tersangka Kapal ‘Ghoib’ Belum Ditetapkan, Kejari Sumenep Dinilai Tidur

Ia menambahkan, Kejari Sumenep dalam penanganan kasus kapal tersebut, sebenarnya terhitung termasuk cepat dari akhir bulan Agustus 2022 dilakukan penyelidikan dan awal Oktober sudah masuk atau dinaikkan ke penyidikan.

“Ini saja sudah bukti bahwa Kejari Sumenep bekerja dengan cukup cepat, hanya berselang dua bulan dari penyelidikan langsung dinaikkan ke penyidikan, kami yakin tim penyidik sudah tahu bagaimana cara kerja yang maksimal untuk menentukan siapa saja nanti yang akan dijadikan tersangka. Kalau kemarin saya mengatakan Kejari tidur, itu adalah bentuk dukungan untuk mendorong bagaimana penyidik Kejari agar tetap punya spirit atau semangat dalam penanganan kasus kapal tersebut” ungkapnya.

Sebelumnya, Kajari Sumenep, Trimo, SH.MH melalui Kasi Intel Novan Bernadi, SH.MH secara tegas menyampaikan bahwa pihaknya bersama tim penyidik dalam kasus pembelian kapal oleh BUMD setempat tidak mau main main, hanya saja dirinya butuh waktu untuk lebih fokus pada pengumpulan sejumlah bukti dalam penyidikan perkara.

“Sabar, kami (tim Kejari) sedang fokus pada pembuktian dan ini sedang dalam penyidikan awal dan sedang melakukan pemeriksaan sejumlah saksi, kami tidak akan main main dengan perkara ini, jadi kami minta masyarakat tunggu saja nanti hasilnya” demikian Novan kepada awak media.

Respon (1)

Komentar ditutup.