banner podcast

Selesai Melalui Restorative Justice Kejari Sumenep, Satu Warga Dikembalikan pada Keluarganya

  • Bagikan
Selesai Melalui Restorative Justice Kejari Sumenep, Satu Warga Dikembalikan pada Keluarganya
FOTO: Plt Kasi Pidum Kejari Sumenep, Slamet Pujiono, SH.MH (dok.limadetik)
Banner Iklan

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur berhasil menyelesaikan tiga perkara melalui Restorative Justice (RJ) masing masing perkara narkoba, kekerasan dan penadah. Dari ketiganya satu perkara diantaranya yakni penadah sudah dipulangkan kepada keluarganya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Sumenep, Trimo SH.MH melalui Plt Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Slamet Pujiono, SH. MH mengatakan, untuk saat ini baru perkara penadahan yang sudah dipulangkan pada keluarganya di Kecamatan Batuputih.

“Sementara masih yang penadahan pasal 489 KUHP atas nama H, warga desa Bantilan Kecamatan Batuputih Kabupaten Sumenep yang sudah dipulangkan” kata Plt Kasi Pidum Kejari Sumenep, Slamet Pujiono, melalui chat pribadinya kepada media ini, Selasa (20/9/2022).

Menurut Slamet, pemulangan dari saudara H, Warga Desa Bantilan Kecamatan Batuputih atas perkara penadahan setelah pihaknya mendapatkan persetujuan dari Kejagung melalui Kejati Jatim.

“Sudah dapat persetujuan pengusulan RJ dari Jampidum. Kemudian pak Kajari mengeluarkan surat ketetapan penyelesaian perkara berdasarkan restorative, karena tersangka sudah meminta maaf kepada korban dan korban sudah memaafkan tersangka” terang Plt Kasi Pidum.

Selain tersangka sudah meminta maaf terhadap korban lanjut pria yang mudah bergaul ini, tersangka juga akan segera mengembalikan barang bukti milik korban yang dinilai masih utuh dan tidak kurang atau ditemukan kerusakan apapun, pihak korban dapat dipulihkan atau tanpa masalah.

“Dengan diterbitkan surat ketetapan penyelesaian perkara berdasarkan keadilan restorative, maka terhadap perkara tidak dilimpahkan ke pengadilan dan dihentikan dan ditindaklanjuti dengan pengeluaran dari tahanan terhadap tersangka” ungkapnya.

Kasi Datun yang kini juga dipercaya sebagai Plt Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep itu menambahkan, pengambilan langkah penyelesaian perkara melalui restirative justice adalah upaya Kejari Sumenep memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan berdasarkan hati nurani. Sehingga hukum harus tetap humanis ke bawah dan tajam ke atas.

“Seperti yang diharapkan Bapak Kajagung RI, bahwa penyelesaian perkara dengan keadilan restorative ini merupakan salah satu respon Kejaksaan untuk menyelesaikan perkara yang tidak mengedepankan pemidanaan penjara melainkan berubah ke arah menjadi lebih humanis. Untuk pelaksanaan pengeluaran hari Senin kemarin 19 september 2022” tukasnya.

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.