Separatis Si Penghambat Pembuluh Darah Negara

Avatar of news.Limadetik
Separatis Si Penghambat Pembuluh Darah Negara
FOTO: Nimas Sekar Wangi

Separatis Si Penghambat Pembuluh Darah Negara

Oleh : Nimas Sekar Wangi
Prodi: Akuntansi
Universitas Muhammadiyah Malang

______________________________

ARTIKEL – Semua orang pasti menginginkan kehidupan yang aman dan damai dengan perekonomian yang lancar. Namun, bagaimana jadinya jika terganggu oleh kelompok separatis? Mungkin sebagian dari kita tidak asing dengan istilah separatisme yang merujuk pada gerakan separatis.

Masyarakat umumnya menganggap gerakan separatis sama seperti kelompok teroris. Perbedaannya adalah kelompok gerakan separatis berusaha memisahkan diri dan wilayahnya dari negara asalnya.

Skala kerugian yang ditimbulkan pun tidaklah kecil. Daerah yang terkena dampak harus bersiap-siap dengan gelombang penurunan ekonomi. Masyarakat diberi pilihan untuk mengungsi dengan selamat karena daerah tempat tinggalnya akan menjadi arena pertempuran gerilya antara kelompok gerakan separatis dengan alat negara, atau tetap tinggal dengan resiko dijadikan sandera oleh kelompok separatis untuk menekan alat negara.

Tentunya mayoritas memilih untuk mengungsi. Akan tetapi kelompok separatis memiliki banyak akal untuk mengelabui alat negara dengan cara menyamar sebagai penduduk lokal yang ikut mengungsi kemudian menyerang secara diam-diam.

Sebenarnya gerakan separatis dipicu oleh diskriminasi karena perbedaan ras, etnis dan budaya yang berbeda. Jika sebuah kelompok merasa bahwa identitas mereka tidak diakui atau terancam oleh kelompok mayoritas, mereka mungkin merasa perlu untuk memperjuangkan kemerdekaan atau otonomi.

Penyebab lainnya yaitu kesenjangan ekonomi, kekecewaan terhadap kondisi di daerah yang kemajuannya relatif lambat dari daerah lain, ketidakpuasan politik terhadap pemerintah pusat atau kebijakan yang diterapkan.

Mereka berasumsi bahwa kemajuan daerahnya relatif lambat karena kurangnya perhatian pemerintah untuk memajukan daerah tersebut terutama di sektor perekonomian apalagi populasi tikus berdasi semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Mereka juga berpikir kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah pusat tidak memperhatikan kepentingan mereka dan merasa perlu untuk memperjuangkan kemerdekaan atau otonomi. Akibatnya beberapa dari masyarakat yang memiliki pemikiran tersebut berkumpul dan membentuk sebuah kelompok dengan tujuan untuk memisahkan diri dan wilayahnya dari negara asal.

Harapannya setelah memisahkan diri dari negara asal dan membentuk negara sendiri maka perekonomian daerah tersebut akan semakin meningkat serta masyarakat akan hidup sejahtera. Kenyataannya bukannya membaik justru akan semakin memburuk.

Jika kelompok gerakan separatis berhasil dan mendirikan negara sendiri, maka negara lain berpotensi untuk ikut campur dan kemungkinan terburuknya negara yang baru saja didirikan tersebut akan dijajah. Apabila tidak dijajah pun tetap akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan. Seperti kata pepatah bagai makan buah simalakama yang menggambarkan situasi sulit untuk kelompok gerakan separatis.

Berusaha memisahkan diri dan wilayahnya dari negara asal akan tetapi harus berurusan dengan alat negara dan mengalami kerugian ekonomi atau menghentikan gerakan separatisme namun risiko kehilangan hak-hak dan identitas yang diinginkan.

Apabila ditelaah kembali dampak yang ditimbulkan oleh gerakan separatis sangatlah serius. Selain dapat mengancam kedaulatan negara, namun juga dapat menghambat perekonomian negara. Perekonomian di ibaratkan sebagai pembuluh darah negara. Apabila salah satu aliran pada pembuluh darah tersumbat atau terganggu akan mengakibatkan masalah yang serius.

Kelompok separatis mampu menghentikan aktivitas ekonomi yang terjadi dalam pasar. Bayangkan saja apabila aktivitas dalam pasar terhenti selama satu hari saja dapat menurunkan perekonomian daerah tersebut secara drastis, kemudian bagaimana jadinya jika aktivitas tersebut terhenti dalam waktu yang lama hanya karena daerah tersebut menjadi arena pertempuran antara kelompok gerakan separatis dengan alat negara? Berapa Rupiah yang terbuang sia-sia? Tentu hal tersebut akan sangat merugikan banyak pihak.

Dampak yang ditimbulkan antara lain, negara kehilangan potensi unik dari suatu daerah, terjadinya kekacauan di masyarakat, kerusakan fasilitas umum, aktivitas perdagangan yang menjadi sumber perekonomian menjadi terhambat, meningkatnya jumlah pengangguran.
Gerakan separatis harus segera dihentikan dengan strategi penanganan yang tepat.

Tidak hanya alat negara yang terjun langsung di arena, melainkan pemerintah dan masyarakat juga harus ikut andil dalam mengurangi aksi kelompok gerakan separatis. Pemerintah dapat melakukan kegiatan sosialisasi penanaman nilai-nilai kebangsaan, pengarahan untuk memajukan sektor perekonomian di masyarakat, melakukan perombakan ulang yang bertujuan menurunkan populasi tikus berdasi yang menggerogoti dana yang dibagikan pemerintah untuk memajukan perekonomian di setiap daerah, melakukan negosiasi dengan cara damai melalui dialod dan perundingan agar mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh kedua belah pihak.

Sedangkan masyarakat harus membangun hubungan antar daerah dengan baik dengan harapan membangun pemahaman dan pengertian antara kelompok-kelompok yang berbeda sehingga dapat membantu mencegah terjadinya konflik dan separatisme. Selain itu masyarakat juga dapat mendukung pengembangan ekonomi daerah dengan cara memperkuat sektor ekonomi yang ada dan mendorong investasi ke daerah tersebut.

Keaktifan dalam berinovasi dalam kegiatan ekonomi dalam pasar juga menjadi hal penting dalam pengembangan sektor perekonomian daerah serta saling menjaga kerukunan dan toleransi.
Gerakan separatis sangat meresahkan masyarakat. Tidak hanya membahayakan kedaulatan negara akan tetapi juga menghambat aktivitas perekonomian suatu daerah. Perekonomian masyarakat diibaratkan sebagai pembuluh darah.

Apabila tersumbat atau terhalang akibatnya akan menimbulkan masalah yang sangat serius. Beberapa gerakan separatisme juga dapat dipicu oleh diskriminasi dan ketidakadilan yang terjadi di masyarakat atau oleh ketidakpuasan politik terhadap pemerintah.

Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya gerakan separatisme, penting bagi pemerintah untuk memastikan keadilan sosial, ekonomi, dan politik bagi seluruh rakyatnya dan memperkuat dialog dan kerjasama antara kelompok-kelompok yang berbeda.