Sistem Akuntansi Pengeluaran Kas dalam Rangka Pengendalian Intern pada UD. Rejeki Lancar

Avatar of news.Limadetik
Sistem Akuntansi Pengeluaran Kas dalam Rangka Pengendalian Intern pada UD. Rejeki Lancar
Ilustrasi

OLEH : Ervin Nadhifa Nur Aulia
Universitas Muhammadiyah Malang

____________________________

NEWS.LIMADETIK.COM – Kas merupakan komponen yang sangat penting dalam menunjang kelancaran kegiatan operasional perusahaan, karena kas merupakan salah satu modal kerja yang paling tinggi tingkat likuidasinya. Kas mudah diabaikan dari pada aset lain, seperti persediaan atau peralatan.

Oleh karena itu, menjaga kas dan membentuk sistem pengendalian intern terhadap kas merupakan perhatian paling utama untuk perusaahan. Agar kas tetap aman, maka perusahaan perlu membuat sistem pengendalian intern yang baik. Sistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian yang keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebikjaksanaan manajemen.

Pada setiap perusahaan membutuhkan penerapan sistem akuntansi pengeluaran kas untuk menyediakan data dan informasi yang diperlukan oleh manajemen dalam melakukan pengawasan, mengambil keputusan, dan mengoprasikan perusahaan secara efektif dan efisien. Sistem akuntansi dibuat dan diimplementasikan sesuai dengan kegiatan perusahaan tentunya akan meningkatkan sistem pengendalian internal atas kelangsungan kegiatan perusahaan. Pengeluaran kas dalam perusahaan dilakukan dengan menggunakan cek dan dana kas kecil.

Pengeluaran kas dengan cek dapat menggunakan dua cara yaitu Account Payable System dan Voucher Payable System. Pengeluaran kas dengan kas kecil adalah pengeluaran kas yang tidak dapat dilakukan dengan cek karena jumlahnya relatif kecil, dapat menggunakan dua cara yaitu Fluctuating-Fund-Balance System dan Imprest System. Agar sistem akuntansi pengeluaran kas dan pengendalian intern dapat benjalan dengan lancar dan baik, maka sistem akuntansi pengeluaran kas harus terdapat pemisahan tugas secara tepat dan bertanggung jawab sesuai prosedur pencatatan sistem informasi yang dapat berguna bagi pihak manajemen dalam mengambil keputusan serta praktik yang sehat didalamnya.

Perusahaan bertanggung jawab dalam menyusun, melaksanakan dan mengawasi terus menerus jalannya sistem pengendalian intern perusahaan agar tetap berjalan dengan baik. Dokumen yang digunakan dalam pengeluaran kas pada UD. Rejeki Lancar adalah dokumen pendukung, BPK (Bukti Pengeluaran Kas) dan kuitansi.

BPK (Bukti Pengeluaran Kas) adalah penggunaan dokumen untuk pengeluaran kas baik yang jumlah nominalnya besar maupun yang relatif kecil . Dengan tidak diselenggarakannya sistem dana kas kecil, maka setiap pengeluaran perusahaan yang bersifat tunai baik yang jumlahnya besar atau kecil diambilkan dari saldo kas yang ada di kasir, saldo kas tersebut berasal dari penghasilan penjualan batu dan penghasilan lainya yang bersifat tunai. Kuitansi merupakan dokumen yang digunakan perusahaan pada saat pembayaran tunai dilakukan oleh bagian kasir ke kreditur setelah adanya otorisasi dari pejabat yang berwenang.

Berdasarkan paparan di atas dapat diketahui perbedaan yang ada dalam pengeluaran kas ada UD. Rejeki Lancar dengan yang ada pada teori dapat dilihat dari unsur-unsur yang ada pada kedua sistem yaitu dari dokumen yang digunakan, catatan yang digunakan, fungsi yang tekait, prosedur pembayaran pengeluaran dan bagan alir pengeluaran kas. Pada teori, dokumen yang digunakan untuk melakukan pembayaran ke kreditur adalah cek.

Namun pada UD. Rejeki Lancar menggunakan kuitansi. sebagai pengganti cek yang berfungi sebagai bukti adanya pembayaran lunas terhadap pengeluaran perusahaan. Pada UD. Rejeki Lancar menggunakan sistem pembayaran dengan menggunakan uang tunai maka catatan yang digunakan secara manual dan komputerisasi, catatan yang digunakan yaitu buku kas dan buku harian. Fungsi yang terkait yang ada pada teori terdiri dari 5 (lima) fungsi yaitu fungsi yang memerlukan pembayaran tunai, fungsi kas, fungsi akuntansi, fungsi pemegang dana kas kecil dan fungsi pemerikasan intern.

Lain halnya di UD. Rejeki Lancar yang hanya terdiri dari 4 (empat) fungsi yaitu fungsi yang memerlukan pengeluaran tunai, pemilik perusahaan, fungsi kas, dan fungsi pembukuan. Begitu halnya dengan alir pengeluaran kas, dimana pada teori setelah menerima dokumen pendukung berupa faktur atau nota, dan lain-lain dilakukan pengarsipan sementara sebelum jatuh tempo oleh bagian yang memerlukan pengeluaran kas tunai dan pembayaran dilakukan dengan menggunakan kuitansi dan disertai bukti kas keluar untuk kreditur.

Adapun di UD. Rejeki Lancar tidak adanya pengarsipan sementara karena pembayaran bersifat tunai sehingga telah menerima dokumen pendukung akan langsung dibuatkan BPK (Bukti Pengeluaran Kas) untuk otorisasi oleh pemilk perusahaan dan pembayarannya menggunakan kuitansi.