Sistem Keuangan Syariah

Sistem Keuangan Syariah
FOTO: Ilustrasi

OLEH: Aldie Juniarsyah
Universitas Muhammadiyah Malang

Sistem keuangan Syariah adalah system keuangan yang pengelolaannya dikelola berdasarkan nilai-nilai islami dasar Syariah dan juga dasar hukum islam sebagai pedoman. Sistem keuangan Syariah digunakan untuk mengalihkan dana (loanable funds) yang berasal dari nasabah ke pengguna. Sistem keuangan Syariah ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya dan nilai islam ke dalam lingkungan ekonomi.

Prinsip yang digunakan dalam system keuangan Syariah berasal dari aturan yang sudah ada di dalam Al Qur’an dan sunah yang dipercaya oleh agama islam. System keuangan Syariah melarang menggunakan praktik riba, monopoli, perjudian, atau semua praktik yang dilarang dalam Al Qur’an.

Pada masa sekarang ini pengelolaan keuangan Syariah khususnya di Indonesia sudah tumbuh pesat, dilihat dari banyaknya Lembaga keuangan yang menggunakan system Syariah. Seperti contohnya pada bank BNI Syariah, bank Muamalat, bank BRI Syariah, dan bank beberapa bank Syariah lainnya. System keuangan Syariah juga sudah berkembang pada kalangan non-muslim seperti di Eropa yang sudah mengembangkan keuangan Syariah. Adapun prinsip-prinsip Syariah islam, yaitu :
1. Mengharap Ridha Allah SWT
2. Terbebas dari bunga
3. Menerapkan system bagi hasil (sharing)
4. Investasi haram sangat dilarang dalam akuntansi Syariah
5. Sector yang dibiayai halal hukumnya

Aktivitas perdagangan dan investasi atau semua kegiatan transaksi yang melibatkan barang dan jasa yang diharamkan oleh Allah SWT, meskipun sudah ada kesepakatan antara pelaku transksi maka transaksi tersebut haram karena tidak sesuai dengan rukun sahnya nilai akad. Berikut hal yang dilarang dalam transaksi Syariah :
1. Riba
2. Penipuan
3. Perjudian
4. Gharar/transaksi yang mengandung ketidakpastian
5. Ikhtirar/penimbunan barang
6. Monopoli
7. Bai/an najsy/rekayasa permintaan
8. Suap
9. Ta’alluq/penjual bersyarat
10. Bai al inah/pembeli Kembali oleh penjual dari pihak pembeli