Tingkatkan Kewaspadaan dalam Bahaya Menggunakan Teknologi

Tingkatkan Kewaspadaan dalam Bahaya Menggunakan Teknologi
FOTO: Ilustrasi teknologi

Oleh : Vashti Alysia Salsabila
Jurusan Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Malang

_________________________________________________

LIMADETIK.com – Di Era modern saat ini tentunya tidak asing lagi bagi kita ketika mendengar informasi tentang kemajuan teknologi yang berkembang pesat, begitupun dengan masyarakat yang senantiasa mampu mengikuti perkembangan teknologi. Dilihat dari kondisi Indonesia saat ini yang tak kunjung usai di serang oleh virus Covid-19 menyebabkan secara tidak langsung mengubah pola hidup masyarakat dalam kegiatan belajar mengajar serta kegiatan diluar itu terutama para pelajar dan mahasiswa.

Salah satu diantaranya mengenai gaya pembelajaran yang sekarang sangat akrab bersentuhan dengan teknologi. Namun begitu kalau tidak tepat dalam pemanfaatan teknologi akan menimbulkan akibat buruk yang cenderung merugikan para pengguna teknologi terutama pelajar dan mahasiswa.

Segala bentuk perubahan memang bertujuan untuk kebaikan, tetapi jika sampai berlebihan tentunya akan memunculkan dampak yang buruk. Seperti halnya ketika pembelajaran di satuan pendidikan ditiadakan dan beralih gaya pembelajaran menjadi Dalam Jaringan (Daring).

Meskipun kondisi yang kurang mendukung saat ini bukanlah suatu hambatan bagi pelajar dan mahasiswa dalam menimba ilmu karena semua terbantukan dengan fasilitas teknologi terkini yang tersedia. Ibarat kata, dunia telah dalam sebuah genggaman. Karena dengan melalui telepon atau teknologi lainnya segala aktivitas dapat dilakukan dengan mudah dan efisien begitupun dalam pembelajaran dapat dilakukan dengan sederhana hanya menggunakan media via zoom dan video.

Dari sisi lain, adapun pandangan dari dosen atau tenaga pendidik lain yang beranggapan bahwa kerap kali dalam pembelajaran daring akan menekankan pada tampilan video dan berbagai website lainnya yang memiliki karakterisitik kebutuhan melihat informasi, memiliki kepekaan warna, dan pemahaman yang cukup artistik serta reaktif terhadap suara. Tetapi juga harus disadari bahwa video dan website yang dibagikan oleh guru hanya sebatas alat penunjang dalam pembelajaran.

Bagaimana pun tetap kembali pada motivasi para pelajar dan mahasiswa sebagai pengguna dalam menjalankan proses pembelajaran daring tersebut. Selain itu juga terdapat pengaruh bahaya utamanya pada kesehatan mata pengguna yang menggunakan teknologi secara terus-menerus. Adapun menurut paparan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang menyarankan bahwa anak didik usia 6 hingga 12 tahun melihat layer pembelajaran (screen time) tidak lebih dari 90 menit setiap harinya.

Durasi tersebut berlaku untuk semua mata pelajaran yang harus diikuti peserta didik. Sehingga para tenaga pendidik harus meminimalisir bahaya yang akan ditimbulkan oleh para pelajar atau mahasiswa jika terlampaui tak kendali akan sangat fatal dan traumatis. Selain materi yang disampaikan tidak tercerna oleh pelajar atau mahasiswa dengan maksimal, pelajar atau mahasiswa akan mencapai titik kelelahan, kejenuhan, hingga tekanan mental.

Sehingga ketika peserta didik menyimak atau mendengarkan bapak/ibu gurunya menjelaskan materi akan muncul rasa malas akibat kesulitan dalam memahami materi yang sedang dilaluinya. Bahaya ini pun telah disadari oleh sebagian tenaga pendidik ketika mengajar secara daring, sehingga tidak langsung menjelaskan materi pembelajaran menggunakan video dalam telepon pelajar dengan memakan waktu lama. Efisiensi pembelajaran menjadi penting sehingga guru memahami secara utuh materi pembelajaran yang sedang dijalaninya untuk menyederhanakan tetapi konsisten membuat tertarik para pelajar.

Setelah sebagian guru menyadari akan bahaya dari penggunaan teknologi dengan durasi yang lama, kemudian para guru bergerak untuk memodifikasi gaya pembelajaran yang awalnya peserta didik menyimak dan menonton video yang sudah di kirim oleh guru hingga sampai habis waktu mata pelajaran kini di ubah dengan cara menyuluhkan video auditori kinestik dengan sebuah pertanyaan terlebih dahulu.

Setelah itu, peserta didik menjawab dan kemudian membagikan video materi pembelajaran pendek yang berdurasi tidak lebih dari 15 menit guna menemukan simpulan dari pertanyaan yang diajukan dari peserta didik. Selain itu juga dilihat dari sisi dunia perguruan tinggi mahasiswa/i lebih aktif dalam penggunaan teknologi seperti Laptop dan HP, kedua barang tersebut sudah seperti kebutuhan pokok dimana selalu dibutuhkan kapanpun dan dimanapun ditambah dengan perkuliahan secara daring ini membuat mahasiswa/i lebih banyak menggunakan laptop.

Maka dari itu di harapkan semua mahasiswa/i perlu meningkatkan kesadaran atas pembatasan diri ketika menggunakan teknologi seperti laptop, telepon atau lainnya demi kebaikan diri sendiri terutama pada kesehatan mata yang penting untuk di jaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Maka kesimpulannya betapa pentingnya keberadaan dan perhatian dari orang tua guna mendampingi buah hatinya selama beraktivitas belajar atau yang lainnya ketika menggunakan teknologi terutama telepon dan laptop. Jangan sampai para orang tua membiarkan atau lalai dalam pengawasan buah hatinya dan mencegah buah hatinya menyalahgunakan di luar kepentingan pembelajaran. Karna pada dasarnya kecanggihan teknologi ini serupa pisau bermata dua. Jika digunakan secara baik maka hasilnya pun akan baik, demikian juga sebaliknya. Jika digunakan secara tidak baik dan sembarangan maka hasilnya pun akan tidak baik dan berbahaya untuk pengguna teknologi.