banner podcast

Tips dan Rekomendasi Olahraga Masa Pandemi Covid-19

  • Bagikan
Tips dan Rekomendasi Olahraga Masa Pandemi Covid-19
FOTO: Faishal Abdurrahman
Banner Iklan

OLEH: Faishal Abdurrahman Abdillah Universitas Negeri Malang

Semenjak pandemi, kita diwajibkan untuk membatasi kegiatan di luar rumah, termasuk olahraga di tempat gym langganan. Walaupun keadaan memaksa kita untuk berkegiatan dengan segala keterbatasan yang ada, olahraga tetap harus dilakukan karena kesehatan adalah prioritas utama. Makanya, yuk simak tips olahraga di masa pandemi berikut ini!

Hal yang Wajib Dilakukan Selain 3M: Olahraga Protokol kesehatan 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan) yang selalu kita lakukan adalah cara ampuh untuk meminimalisir diri dari paparan virus COVID-19 Kalau diibaratkan, 3M adalah usaha kita untuk menjaga diri dari eksternal.

Namun, menjaga dari sisi eksternal saja gak cukup. Kita juga harus menjaga dari sisi internal, misalnya konsumsi makanan bergizi dan vitamin tambahan, berjemur, dan berolahraga untuk meningkatkan imunitas tubuh. Hasil penelitian dari University of Virginia School of Medicine menyatakan bahwa olahraga bisa mencegah dan mengurangi risiko terkenanya Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) yang merupakan gejala perburukan dari COVID-19.

Rekomendasi Olahraga di Masa Pandemi; Olahraga di rumah adalah langkah praktis dan menyehatkan karena tubuh aktif bergerak dan meminimalisir penularan COVID-19. Berikut kegiatan olahraga di rumah yang bisa kamu coba:

1. Lompat tali (Skipping).

Kamu bisa menggunakan tali khusus untuk melakukan skipping di halaman atau dalam rumah. Dengan skipping, kamu bisa meningkatkan koordinasi tubuh, menguatkan otot kaki, dan tentunya menyehatkan jantung;

2. Yoga.

Siapa bilang yoga hanya bisa dilakukan oleh expert? Sebagai pemula, kamu bisa mencoba gerakan yoga yang mudah dan jangan lupa temani yogamu dengan playlist yang menenangkan. Lewat yoga, kamu melatih keseimbangan, menguatkan tulang, dan mengurangi stres;

3. Indoor Walking.

Sesuai namanya, kamu bisa melakukannya di dalam rumah. Caranya adalah, dari setiap panggilan telepon yang diterima, kamu bisa mengelilingi rumah dari luar hingga ke dalam.

Dengan begitu, kamu bisa melakukan dua hal bermanfaat sekaligus, yaitu menyelesaikan pekerjaan atau menerima kabar dari orang terdekat dan juga menyehatkan tubuh.

Tips Berolahraga yang Aman dan Nyaman Saat Pandemi, Jika kamu terpaksa berolahraga di luar ruangan, berikut 3 tips yang wajib kamu ikuti:

1. Pertama dan Utama adalah Masker. Masker adalah barang yang gak boleh kelewat untuk kamu bawa, apalagi saat olahraga di luar rumah. Selain mengenakannya, jangan lupa untuk membawa masker cadangan. Kalau masker dirasa sudah basah oleh keringat, segera ganti, ya! Karena masker sudah gak efektif lagi jika dipakai dalam keadaan basah;

2. Bersihkan Tangan Sesering Mungkin Walaupun sedang berolahraga, tanganmu tetap harus dalam keadaan higienis. Memang idealnya mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, namun tips lain yang bisa dilakukan adalah membawa hand sanitizer dengan kadar alkohol minimal 60%;

3. Cari Tempat Sepi, Carilah tempat olahraga yang sepi dan gak banyak orang, karena ini sama dengan prinsip salah satu 3M, yaitu Menjaga Jarak. Dengan berolahraga di tempat sepi, kamu dapat mengurangi risiko penularan COVID-19 karena menghindari kerumunan.

Kalau di sekitar mu sepi dan gak ada orang, kamu bisa melepas masker sejenak untuk mendapat asupan oksigen yang maksimal dan simpan masker ke dalam tisu. Jangan turunkan ke dagu, ya!. Selain tetap melakukan olahraga di masa pandemi, jangan lupa untuk senantiasa menerapkan 3T (Tracing, Testing, Treatment) dan VDJ (Ventilasi-Durasi-Jarak) agar kamu dan keluarga bisa terlindungi dari virus COVID-19.

Di masa pandemi ini, tidak ada batasan waktu yang tepat untuk berolahraga. Kamu tetap bisa berolahraga kapan saja, asal tetap aman. Hanya saja, tahan dulu keinginan untuk berolahraga di gym, karena kemungkinan masih ada yang tutup atau tidak begitu aman mengingat banyak orang yang datang secara bergantian. Berolahragalah di rumah atau di sekitaran rumah selagi aman.

Kamu tetap bisa berpegang pada rencana program olahraga sebelumnya. Bila perlu, kamu bisa berolahraga bersama teman-teman dan instruktur secara virtual. Jika berolahraga sendiri, maka tentukan waktu yang tepat untuk kamu. Hanya saja, pertimbangkan untuk berolahraga di pagi hari supaya memberikan energi dan suasana hati yang positif untuk menjalani hari berikutnya.

Stimulasi aktivitas fisik di pagi hari dapat menstimulasi otak dan membantu kamu menjalankan tugas-tugas dan pekerjaan lain berikutnya. Saat berolahraga, tentukan tujuan, seperti berjalan kaki 30 menit di pagi hari atau push up 100 kali. Cobalah manfaatkan aplikasi yang bisa melacak kemajuan kinerja olahraga. Dengan mengetahui kemajuan yang sudah dicapai, kamu bisa tetap konsisten.

Jangan berhenti olahraga meski pandemi. Jika berhenti olahraga saat pandemi, maka tubuh mudah merasa lelah, mudah sakit, tidak bertenaga, dan sering mengalami suasana hati yang buruk.

Hal ini bisa berdampak pada penurunan kemampuan untuk fokus, masalah pada otot, serta penurunan kekuatan tubuh. Berhenti olahraga dalam waktu lama bisa meningkatkan risiko naiknya berat badan.
Di masa pandemi ini, banyak orang yang menghabiskan waktu diam di rumah, malas-malasan, dan tidak berhenti makan. Kalau hanya itu yang dilakukan, risiko munculnya penyakit akibat penumpukan lemak bisa terjadi. Saat lama tidak berolahraga, kamu mungkin mendapati tubuh menjadi mudah lelah, bahkan saat beraktivitas ringan.

Dampak yang paling umum terjadi karena berhenti olahraga adalah kenaikan berat badan. Hal ini berkaitan dengan terhambatnya pembakaran lemak serta gangguan metabolisme akibat kurangnya aktivitas fisik. Alhasil, lemak di tubuh menjadi menumpuk dan memicu berat badan naik. Risiko ini menjadi lebih besar jika berhenti olahraga dibarengi dengan makan berlebih dan konsumsi makanan yang tidak sehat.

Kunci agar tubuh tetap sehat adalah dengan berolahraga secukupnya dan terapkan pola makan dengan gizi berimbang. Kalau sudah terlanjur berhenti olahraga, cobalah untuk memulai kembali secara perlahan. Kamu bisa meningkatkan intensitas dan frekuensi olahraga seiring berjalannya waktu.

Rujukan
https://www.prudential.co.id/id/pulse/article/serba-serbi-rekomendasi-dan-tips-olahraga-saat-pandemi/
Mustafa, P. S. (2021). DESAIN PENILAIAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN PADA PENDIDIKAN DASAR DI MASA PANDEMI COVID-19. AKSELERASI BERPIKIR EKSTRAORDINARI MERDEKA BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA ERA PANDEMI COVID-19, 51.
Wijayanto, A. (2021). DISRUPSI STRATEGI PEMBELAJARAN OLAHRAGA SERTA TANTANGAN DALAM MENGHADAPI NEW NORMAL SELAMA MASA PANDEMI COVID-19.
Pramada, R., BURSTIANDO, R., & PUTRA, R. P. (2020). HUBUNGAN DUKUNGAN ORANG TUA DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN PENJAS SECARA DALAM JARINGAN (DARING) SAAT PANDEMI COVID-19 DI MI SURYA UTAMA AL FAJAR DESA KEREP (Doctoral dissertation, Universitas Nusantara PGRI Kediri).
Ravalli, S., & Musumeci, G. (2020). Coronavirus outbreak in Italy: physiological benefits of home-based exercise during pandemic.

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.