Transformasi Pengemis Offline

Avatar of news.Limadetik
Transformasi Pengemis Offline
ilustrasi

OLEH : Renshi Fendia Kasih
PRODI: Akuntansi
Universitas Muhammadiyah Malang

___________________________________

NEWS.LIMADETIK.COM – Pada zaman teknologi sekarang semua orang hampir memiliki handphone. Dengan adanya teknologi yang canggih ini kita bisa berkomunikasi dengan cepat, mendapat informasi dengan mudah, serta bisa membuka lapangan pekerjaan. Hal ini banyak sekali dimanfaatkan masyarakat untuk sesuatu yang memang bermanfaat, tetapi tidak sedikit juga dari masyarakat di luar sana memanfaatkan keaadan ini untuk melakukan sesuatu yang menuju ke arah yang buruk.

Dengan kemajuan teknologi tidak lepas dari dampak yang dirasakan, baik itu dampak positif maupun negatif. Banyak masyarakat memanfaatkan teknologi aplikasi-aplikasi media sosial untuk lapangan pekerjaan bertransformasi dari yang semula nya offline menjadi daring. Dari yang kita lihat sekarang banyak sekali masyarakat menjual sesuatu atau berdagang melalui media sosial, hal tersebut sangat dimanfaatkan dengan baik agar semuanya bisa menjadi lebih mudah.

Akan tetapi pada zaman sekarang bukan hanya pedagang yang bertransformasi, pengemis juga melakukan transformasi dari semula nya di jalanan kini sering kita jumpai di media sosial. Hal tersebut dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Dengan cara melakukan live streaming dengan menampilkan keadaan yang bisa menarik simpati atau belas kasihan orang lain dan menampilkan hal-hal yang konyol. Tetapi karena perubahan zaman yang begitu modern yang diminta bukan lagi uang berbentuk kertas, akan tetapi uang yang berbentuk gift yang bisa diuangkan.

Banyak kita jumpai oknum yang melakukan hal semacam ini dengan keadaan fisiknya sehat dan masih bisa atau sanggup untuk bekerja. Bahkan mirisnya banyak dari oknum tersebut tergolong pada usia yang masih muda. Live streaming dijadikan tempat untuk mencari uang dengan berbagai cara yang ditampilkan. Ada yang memegang kertas sambil bertuliskan sesuatu yang menarik simpati orang yang menonton, dan ada yang bertingkah konyol agar orang mau memberi gift. Jika kita sebagai penonton yang cerdas bisa diamati.

Oknum tersebut melakukan live streaming hingga ber jam-jam tanpa takut akan kuota internetnya habis, bahkan tidak hanya ber jam-jam ada yang lebih dari 24 jam. Berarti di sini oknum tersebut hanya cerdik untuk menipu seseorang demi keuntungan yang didapat. Media sosial sangat bermanfaat jika digunakan untuk hal yang bermanfaat juga, tetapi dalam hal ini bisa dianggap sebagai penyimpangan dari manfaat itu sendiri.

Hal ini bisa terjadi karena kurang kreatifnya seseorang dan rasa malas menjadikan fenomena ini sebagai jalan pintas untuk mendapatkan uang. Fenomena ini tidak hanya menggambar kan kualitas diri dari oknum yang melakukan itu, tetapi juga menggambarkan kualitas diri dari penonton live streaming tersebut. Bahkan dengan hal-hal konyol yang dilakukan masih tetap ada masyarakat yang menonton dan memberikan gift. Hal ini jika tidak dicegah akan selalu menjadi kebiasaan bagi oknum-oknum tersebut.

Dampak yang dirasakan akan makin terasa jika banyak masyarakat melakukan hal yang sama. Jadi, kita sebagai generasi penerus bangsa jangan sampai membuat diri kita menjadi orang-orang yang tidak berkualitas. Dengan adanya hal ini yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir dan mencegah fenomena ini agar terus tidak terjadi adalah dengan berhenti menonton live streaming oknum-oknum tersebut dan berhenti memberikan gift. Karena jika tidak dihentikan keadaan ini akan berlanjut bahkan dengan konsep yang berbeda lagi seiring dengan perkembangan zaman. Jangan karena hal itu masa depan bangsa kita dipertaruhkan.