banner podcast

Urgensi Asuransi Syariah Sebagai Perlindungan Dini Terhadap Generasi Milenial

  • Bagikan
Urgensi Asuransi Syariah Sebagai Perlindungan Dini Terhadap Generasi Milenial
FOTO: Ilustrasi
Banner Iklan

Oleh : Tri Adi Putra
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Malang

Di era yang seperti ini kita cenderung lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas di luar rumah pasalnya dunia yang keadaannya berubah total karena dampak pandemi Covid-19. Dikutip dari data yang dihimpun pemerintah tercatat hingga hari Kamis 1 Juli 2021 terdapat 24.836 kasus baru Covid-19 terdapat penambahan 9.874 pasien sembuh akibat Covid-19 dalam waktu 24 jam terakhir, namun ada sebanyak 504 pasien Covid-19 yang meninggal. Berbagai macam tindakan preventif yang sering digaungkan dimasyarakat untuk meminimalisir penyebaran virus Covid-19 antara lain ialah mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga jarak aman, tidak menyentuh bagian muka, dan lain-lain namun pernahkah anda memikirkan salah satu perlindungan yang bisa didapat jika kita memiliki asuransi? Timbul nya kekhawatiran karena ketidakpastian yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 menjadi alasan utama untuk mengenal lebih jauh mengenai manajemen dan risiko keuangan, contoh nya mempersiapkan dana darurat dan asuransi. Baru baru ini sangat banyak sekali asuransi yang menarwakan asuransi perlindungan Covid-19 namun asuransi juga dapat memberikan manfaat perlindungan.

lain selain perlindungan yang menjamin perlindungan atas pemegang polis (peserta) yang dinyatakan positif terkena Covid-19. Asuransi syariah sendiri adalah salah satu produk keuangan syariah diantara pembiayaan syariah, depostio, dikutip langsung dari laman resmi OJK Asuransi syariah adalahsebuah usaha untuk melindungi dan saling tolong menolong antra para pemegang polis (peserta), dengan melakukan pengumpulan dan pengelolaan dana (tabbaru) yang memberikan tingkat pengembalian yang dapat menghadapi risiko tertentu melalui akad perikatan yang sesuai dengan prinsip syariah. di Indonesia terdapat banyak sekali lembaga asuransi yang tediri dari asuransi konvensional dan asuransi syariah. Terdapat beberapa perbedaan diantara asuransi konvensional dan asuransi syariah. Perbedaan paling utama adalah dari konsep pengelolaannya. Perlindungan syariah menerapkan konsep Sharing Risk sedangkan asuransi konvensional menerapkan konsep Transfer risk pada pengelolaannya. Konsep Transfer risk adalah salah satu perlindungan dalam bentuk pengalihan risiko ekonomis yang dipertanggungkan ke perusahaan asuransi konvensional sebagai si penanggung risiko tersebut sedangkan konsep Sharing Risk yang diterapkan oleh asuransi syariah ialah dimana para peserta memiliki tujuan yang sama yakni tolong menolong (tabarru) atau dengan cara melalui investasi aset yang dapat memberikan tinggkat pengembalian yang dapat digunakan untuk menghadapi risiko tertentu dengan menggunakan akad yang sesuai dengan syariah yang pengelolaan aset nya di wakilkan ke lembaga asuransi syariah dengan imbal balik berupa Ujrah.

Selain itu terdapat perbedaan lain antara asuransi syariah dan asuransi konvensional berupa perjanjian atau akad, status kepemilikan dana, surplus underwriting serta terdapat dewan pengawas syariah pada asuransi syariah, tidak melakukan transaksi yang dilarang dalam keuangan syariah, serta halal dalam artian investasi yang telah disebutkan Tabarru dilakukan dengan syariat Islam, sehingga instrument yang dipilih untuk melakukan investasi oleh lembaga asuransi hanya melibatkan transaksi yang halal. Dari konsep yang telah dipaparkan tentunya jika dibandingkan dari konsep nya tentunya asuransi syariah dapat dinilai lebih aman karena menggunkan konsep dimana risiko yang ditanggung adalah ditanggung bersama sama atau tolong menolong (takaful/ta’awun) sedangkan dari konsep asuransi konvensional yang risiko nya ditanggung oleh perusahaan terkait dan seolah bertumpu pada tingkat keuntungan perusahaan penyedia saja.

Menjawab pentingnya asuransi syariah bagi generasi milenial. Berdasrakan data yang di paparkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Februari 2021 angka penetrasi asuransi indonesia masih sangat rendah yaitu masih tergolong dibawah level 3% masih tertinggal dari negara negara di asean. Capaian angka penetrasi asuransi di indonesia yang semakin besar tentunya akan semakin besar pula memberikan pembiayaan nasional sehingga juga dapat membantu pemulihan ekonomi di masa pandemi seperti ini. Berdasarkan literatur William H Frey yang membagi kategori penduduk berdasarkan generasi dari hasil sensus penduduk yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) 2020 maka generasi milenial sendiri sekarang menempati urutan kedua setelah generasi Z, yang jumlah nya mendominasi penduduk Indonesia sebesar 25,87 persen atau sama dengan satu perempat populasi di Indonesia yang artinya generasi milenial sendiri mempunyai potensi peranan yang penting karena dapat membantu mendorong nya pembiayaan nasional dan pemulihan ekonomi di Indonesia. Selain milenial dapat memberikan peranan sebagai pendorong pembiayaan nasional dan pemulihan ekonomi milenial tentunya juga harus mempunyai bekal mengenai manajemen dan risiko keuangan karena di usianya yang dapat dikatakan produktif ini tentunnya mereka dapat meminimalisir risiko yang terjadi sejak dini, asuransi syariah dapat menjadi pilihan penting dalam manajemen risiko dan keuangan.

Selain itu di zaman yang sekarang ini tentunnya dengan adanya digitalisasi di semua aspek tidak terkecuali pada industri asuransi yang tentu nya akan sangat mudah dijangkau oleh milenial melalui ponsel mereka tidak perlu keluar rumah generasi milenial dapat mendapatkan perlindungan asuransi syariah dari ponsel mereka, terlebih lagi asuransi bukan lah suatu hal yang rumit berbagai pilihan produk asuransi syariah yang ditawarkan dapat secara langsung di bandingkan secara transparan dan dipelajari oleh generasi milenial yang dapat memberikan manfaat perlindungan manfaat yang sesuai bagi generasi milenial itu sendiri. Kemudahan di era digitalisasi seperti ini memberikan manfaat yang banyak sekali, informasi berjalan sangat cepat dan mudah untuk dijangkau semua generasi tidak terkecuali generasi milenial tentunya sekarang milenial juga banyak yang sadar mengenai literasi keuangan sehingga mereka menyadari asuransi sangat berguna untuk memberikan perlindungan dini dan memberikan risiko keuangan yang dapat melindungi mereka ketika terjadi suatu hal yang tidak dinginkan apalagi di usia mereka yang produktif.

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.