Webinar Nusahima, Bahas Pengelolaan Sampah di Pengungsian

Avatar of news.Limadetik
Webinar LPBI NU Bahas Pengelolaan Sampah di Pengungsian
FOTO: Pamflet webinar

LIMADETIK.COM, JAKARTA – Nusantara Hijau Mandiri (Nusahima) menggelar webinar tentang pengelolaan sampah di pengungsian. Pengelolaan sampah masuk dalam materi mitigasi bencana Nusahima.

Pentingnya persoalan lingkungan harus ada dalam setiap siklus bencana. Meskipun di area pengungsian memiliki fasilitas yang terbatas, tetap kita harus melakukan edukasi kepada para relawan maupun pengungsi tentang pemilahan sampah, ajak para pengungsi dan relawan untuk melakukan pemilahan sampah.

“Sediakan fasilitas tempat sampah terpilah supaya sampah yang memiliki nilai ekonomis dapat dijual sebagai program livelihood para pengungsi. Buat lubang biopori di sekitar dapur umum, agar sisa-sisa makanan atau potongan sayuran dapat langsung dimasukkan ke dalam lubang biopori” kata Fitria Aryani yang bertindak sebagai narasumber dalam webinar tersebut, Selasa (31/1/2023).

Webinar LPBI NU Bahas Pengelolaan Sampah di Pengungsian
FOTO: Yayah Ruchyati (kanan)

Ia menyebutkan, untuk pakaian tidak layak, dapat dimanfaatkan dibuat menjadi keset misalnya. Relawan dapat menjalin kerjasama dengan para pengrajin keset untuk memberikan pelatihan pada pengungsi orang dewasa.

“Banyak relawan yang datang ke lokasi bencana hanya fokus melakukan trauma healing untuk menghibur anak-anak. Padahal orang dewasa juga tentu saja membutuhkan aktivitas yang dapat menghibur mereka di kala mereka masih mengalami trauma pasca mengalami kejadian bencana” ungkapnya.

Hal tersebut bukan kata Fitria, tidak mungkin untuk dilakukan, karena telah ada praktiknya seperti yang disampaikan oleh peserta dari BPBD Kabupaten Lumajang. “Ketika terjadi bencana Semeru, ada relawan mandiri yang fokus pada lingkungan dan mereka mengajari pengungsi terutama ibu-ibu membuat kerajinan dengan memanfaatkan pakaian tidak layak yang menumpuk di pengungsian” sebutnya.

Webinar LPBI NU Bahas Pengelolaan Sampah di Pengungsian
FOTO: Peserta webinar seluruh indonesia

Dari webinar tersebut dapat lanjut Fitria, dapat disimpulkan, bahwa perlu penanganan pengelolaan sampah secara komprehensif. Perlu adanya koordinasi dan kolaborasi dari berbagai pihak. Baik dengan pemerintah, swasta dan berbagai Lembaga kemanusiaan.

“Karena persoalan lingkungan dan tumpukkan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, dan bentuk relawan lingkungan. Yakni untuk memberikan edukasi dan mendampingi pengungsi untuk melakukan pemilahan sampah di pengungsian dan memberikan pelatihan tentang pemanfaatan sampah di pengungsian” demikian Fitria mengakhiri penyampaiannya.

Seperti diketahui, setidaknya ada sekitar kurang lebih dari 100 orang participant di seluruh indonesia yang ikut dalam kegiatan webinar tersebut.