banner podcast

Yuk!! Cari Tahu Pentingnya Audit Kinerja Pada Organisasi Sektor Publik Pemerintahan Indonesia

  • Bagikan
Yuk!! Cari Tahu Pentingnya Audit Kinerja Pada Organisasi Sektor Publik Pemerintahan Indonesia
FOTO: Ilustrasi Audit
Banner Iklan

Oleh : Sahda Salsabila Alvitaningrum

Tahukah kalian? Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak jenis organisasi sektor publik, satu diantaranya yaitu organisasi pemerintah. Indonesia sendiri menganut sistem demokrasi, dimana semua warga memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum negara melalui perwakilan rakyat. Karena mekanisme sistem negara demokrasi adalah untuk mewujudkan kedaulatan rakyat, maka penyelenggaraan negara tentunya harus jujur, adil, dan transparan.

Lembaga pemerintah sebagai salah satu organisasi sektor publik, tentunya tak luput dari perhatian masyarakat. Pemerintahan yang baik atau good governance harus memenuhi 3 (tiga) elemen dasar yaitu partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas. Berdasarkan elemen-elemen dasar tersebut, dapat kita ketahui bahwa pemerintah yang baik harus terbuka (transparan) agar semua pihak yang bersangkutan dapat berperan aktif dalam penyelenggaraan negara. Jalannya suatu pemerintahan haruslah transparan agar masyarakat dapat menilai kinerja pemerintah melalui program – program yang dijanjikan apakah sudah berjalan dengan baik atau belum.

Dalam dunia akuntansi, dikenal suatu istilah yang disebut akuntabilitas. Jika istilah tersebut diterapkan dalam konteks pemerintah, maka akuntabilitas publik adalah sebuah kegiatan pemberian informasi atas kinerja dan akitivitas finansial pemerintah dalam menyelenggarakan negara. Laporan keuangan suatu organisasi sektor publik pemerintah merupakan instrument utama dalam penciptaan akuntabilitas sektor publik. Dengan adanya akuntabilitas publik ini maka diperlukannya audit kinerja.

Audit kinerja merupakan suatu proses yang dilakukan secara sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif atas kinerja suatu organisasi, program, atau kegiatan. Audit kinerja biasa juga disebut dengan audit 3E, yaitu Ekonomi, Efisiensi, dan Efektifitas. Dilihat dari konsep tersebut, dapat kita ketahui tujuan-tujuan audit kinerja
berdasarkan konsep 3E, yaitu :

1. Konsep Ekonomi
Berdasarkan konsep ekonomi, audit kinerja bertujuan untuk memastikan bahwa biaya input yang digunakan dalam kegiatan operasional dapat diminimalkan.

2. Konsep Efisiensi
Berdasarkan konsep efisiensi, audit kinerja bertujuan untuk memastikan bahwa outuput yang maksimal dapat dicapai dengan jumlah sumber daya yang tersedia.

3. Konsep Efektifitas
Berdasarkan konsep efektifitas, audit kinerja bertujuan untuk memastikan bahwa jasa yang dihasilkan atau disediakan oleh suatu organisasi public dapat berguna bagi pengguna jasa secara tepat.

Lalu, seberapa penting sih pengaruh audit kinerja pada organisasi sektor publik pemerintah di Indonesia?

Audit kinerja ini sangat berperan penting pada organisasi sektor publik pemerintah Indonesia. Berdasarkan konsep ekonomi, efisiensi, dan efektifitas diatas, dilakukannya audit kinerja membantu kita untuk menentukan dan menilai apakah suatu entitas telah mengelola sumber dayanya (gedung, karyawan, ruang, dan peralatan kantor) dengan baik atau belum. Selain itu, dengan dilakukannya audit kinerja kita dapat mengidentifikasi penyebab – penyebab terjadinya praktik yang tidak ekonomis dan tidak efisien. Tidak hanya itu, kita juga dapat mengetahui ketidakmampuan atau kegagalan suatu entitas dalam mengelola struktur organisasi, sistem informasi, dan prosedur administrasinya.

Untuk mengetahui apakah suatu organisasi sektor publik pemerintah telah menggunakan sumber dayanya secara optimal dan tepat, auditor dapat melakukan perbandingan antara output yang dicapai pada periode yang diaduit dengan standar yang telah ditentukan sebelumnya, kinerja tahun sebelumnya, dan unit lain pada organisasi lain (baik organisasi sektor publik yang sama atau berbeda). Terakhir, audit kinerja dapat membantu kita untuk menentukan apakah output suatu organisasi sektor publik pemerintah tersebut telah efektif atau belum.

Mengingat efektivitas suatu entitas, organisasi, atau program tidak dapat diukur secara langsung, maka diciptakanlah beberapa alternatif yang dapat digunakan untuk mengevaluasi atau mengukur pelaksanaan suatu entitas, organisasi, atau program. Alternatif – alternatif tersebut antara lain dengan cara mengukur dampak atau pengaruh, mengumpulkan dan membahas lebih lanjut penilaian dari konsumen atau masyarakat, dan memahami penilaian yang menitikberatkan pada proses (bukan hasil).

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.